Monday, 6 July 2015

LGBT : HAM atau mem-binatang-kan

Tags

Baru baru ini negara adidaya Amerika serikat dan beberapa negara eropa akhirnya melegalkan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). Hal ini tentu membawa respon pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Memang benar setiap manusia diberikan kebebasan untuk hidup seperti yang ia mau atau lebih tepatnya disebut hak asasi manusia. Tidak seperti awal dikenalnya HAM, dahulu HAM ada karena tindakan penjajahan dan perbudakan yamg melecehkan keadaan manusia itu sendiri.

Namun HAM saat ini benar benar banyak penyelewengan. Orang yang melakukan kesalahan tidak dihukum sebagaimana mestinya dengan iming-iming HAM. Koruptor yang memakan uang rakyat hanya mendapat ganjaran penjara dan itu pun masih dapat remisi. Dalam islam pun HAM memang dituntut. Namun hukum dalam islam jelas agar membuat pelaku jera.

Begitu pula kasus LGBT yg sedang hangat saat ini. Saya pernah membaca artikel dari seseorang yg sengaja saya tidak mau sebutkan namanya. Beliau bilang LGBT ini tidak dapat disalahkan. Perasaan menyukai sesama jenis ini datang dari mana lagi kalau bukan dari Tuhan. Karena tuhan pencipta segala sesuatu termasuk LGBT.

Yang ingin saya sampaikan disini ialah LGBT itu seharusnya tidak didukung. Sebab itu sungguh merusak nilai-nilai manusia itu sendiri. Manusia diberi akal agar menjalani hidup dengan sempurna. Bahakan binatang pun masih mau untuk kawin dengan pasangan. Jika manusia memilih berpasangan sesama jenis apa ia tidak lebih rendah daripada hewan ? Dengan iming-iming HAM bahkan manusia sampai ingin lebih buruk daripada binatang. Astagfirullahaladzim

Jikalau ada dari mereka yang mempunyai perasaan itu bukan berarti kita dukung atau jauhkan mereka. Namun rangkullah. Ajarkan kejalan yang benar. Bahkan Muhammad saja mau menyuapi seorang pengemis buta yang pekerjaannya sehari hari menghina beliau.

Semoga mereka diberi akal sehat kembali. Amin.


EmoticonEmoticon