Wednesday, 20 April 2016

MONSTERVERBOND : PENGUASA DIBALIK LAYAR VOC

Sebuah Cerita Sejarah dari Novel Rahasia Meede karya E.S Ito
Oleh Saihun Abdul Bashir

Sedikit cerita awal terbentuknya VOC

Cerita awal terbentuknya VOC tidak luput dari euforia pelayaran yang dilakukan oleh bangsa-bangsa eropa pada masa renaisans.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang mendorong mereka untuk mengetahui dunia diluar eropa membuat mereka dengan berani berpetualang mengarungi samudera. Portugis dan Spanyol lah negara yang mempelopori petualangan ini. Mereka berlomba menemukan daerah hingga Timur Jauh demi membangun koloni untuk negara mereka. Berbagai daerah mulai terlihat dikibarkan bendera – bendera negara eropa sebagai bentuk tanda kekuasaan mereka.

Haarlem, kota pesisir di negeri Belanda. Disana terdapat gereja Groote Kerk yang masih belum menua. Gereja tua itu tampak sangat cantik. Beberapa tahun sebelum Jan Huygen van Linschoten meninggalkan kota itu diserbu oleh serdadu Spanyol yang dipimpin Fernando Alvarez de Toledo atau biasa dikenal Duke of Alva pada tahun 1572. Empat tahun kemudian daerah itu dikuasai kembali oleh Raja Williem I.

Pelayaran yang dilakukan oleh bangsa Belanda dipelopori oleh Huygen. Setelah meninggalkan Haarlem, dia mencari peruntungan ke Lisabon. Selama empat tahun di kota itu, kota yang menjadi pusat pencarian dunia baru, ia mengabdi pada keuskupan. Bersama dengan rombongan pedagang, tentara dan kaum paderi, dia mengarungi dua samudera yaitu Atlantik dan Hindia hingga berlabuh di Goa, India. Daerah itu merupakan koloni pertama Portugis di Timur Jauh. Selama lima tahun ia mengabdi menjadi sekretaris uskup disana. Pergeseran kendali dagang mulai terlihat. Arab yang selama ini menjadi perantara komoditi Timur Jauh ke bumi utara mulai melemah. Penaklukkan Byzantium oleh Muhammad II, tidak banyak membantu Arab karena yang menaklukkan ialah kaum Turki Utsmani. Sementara itu Portugis dan Spanyol semakin mencengkeram dunia. Mereka mengendalikan laut dan perdagangan samudera. Huygen bimbang karena bangsanya tertinggal jauh. Ia selalu memikirkan tempat kelahirannya, Haarlem.

Huygen menulis perjalanan bersama pelaut Portugis. Catatan ia ia beri judul, Itinerario, Voyagie ofte Schipvaert der Portugaloysers van Jan Huygen van Linschoten naar – ofte Portugaels Indien. Catatan itu kemudian ia publikasikan ketika ia kembali ke tanah kelahirannya. Cerita tentang perdagangan orang Portugis di negeri rempah dan Jawa. Dan yang lebih penting ialah terdapat informasi mengenai kemungkinan pedagang lain masuk dalam persaingan dagang itu. Catatan itu amatlah berharga menjelang akhir abad 16 karena bangsa Belanda terus menderita akibat perang berkepanjangan dengan Spanyol.

Reysgescrift van de Navigatien der Portugaloysers in Orienten. Adalah sebuah kitab yang ditulis oleh Huygen. Buku itu berisi catatan sketsa peta yang belum tergambar. Ia menyebutkan laut dan tempat tanpa jalur. Tulisan itu harus diterjemahkan lewat garis dan legenda dalam peta. Peter Plancius, dialah yang menerjemahkan sketsa itu menjadi sebuah peta. Dalam memori otaknya tersimpan lebih dari dua puluh lima macam jenis peta temasuk Raygescrift.

Cornelis de Houtman, seorang pemberani yang dikenal pembual dan pembuat onar. Ia pernah tinggal di Lisabon dan dikenal sebagai ahli pedang. Dia kemudian dipercaya oleh Compagnie van Verre, sebuah sindikat yang membiayai perjalanan Houtman untuk memimpin ekspedisi menuju timur jauh dengan menggunakan rute yang diterjemahkan Plancius. Dia berangkat pada bulan April tahun 1595 dengan empat buah kapal. Pulau Enggano di barat Bengkulu adalah daratan pertama di Nusantara yang dijamahnya. Pada tahun 1596, rombongan itu berlabuh di pelabuhan Banten. Awalnya mereka disambut baik namun akhirnya terusir dari sana. Kemudia perjalanan dilanjutkan mengitari Nusantara dan melihat bendera Portugis banyak berkibar. Pada bulan Agustus 1597, rombongan itu kembali ke Texel, Belanda. Bukan perjalanan yang dapat dianggap sukses. Hanya terdapat tiga dari empat kapal yang kembali dan 89 awak yang selamat dari 243 awak. Tetapi jalan menuju Timur Jauh telah terbuka lebar bagi mereka.

Ilmu Akuntansi di Tangan Seorang JP Coen

Akuntansi, sebuah ilmu perhitungan yang berkembang pada masa renaisans eropa. Konon ratusan tahun sebelumnya, orang-orang Arab telah melakukan pencatatan dalam perniagaan mereka. Luca Bartomes Pacioli menyempurnakannya, menjadikan akuntansi sebagai sebuah ilmu bukan sebagai sebuah alat bantu perniagaan. Kemudian ia dijuluki sebagai Bapak Akuntansi Modern. Dia menyelesaikan studi doktoral tahun 1486 dan menekuni banyak bidang keilmuan namun lebih dikenal sebagai matematikawan. Divina Proportina, karya Pacioli yang dibantu oleh Leonardo da Vinci memuat enam puluh gambar ilustrasi. Sebagai balas jasa, ia membantu da Vinci dalam menghitung bahan perunggu untuk pembuatan patung yang kemudian diberi nama Duke Lidovico Sforza di Milan.

Double Entry, sebuah istilah dalam ilmu akuntansi. Karena kata itu dia disebut sebagai penggagas akuntansi modern. Dia menemukan model itu pada buku Delia Mercatura et del Mercante Perfetto karya Benedetto Cotrugli. Sistem yang kemudian berguna dalam mencatat transaksi perdagangan itu disempurnakan Pacioli lewat satu topik pembahasan karya matematikanya. Dia menetap di Venesia sejak 1494. Kota yang menjadi pusat perdagangan Eropa pada abad pertengahan itu menjadi pusat berkembanganya Akuntansi.
Jan Pieterszoon Coen berasal dari Hoorn. Ia mengembara ke Venesia dan mempelajari akuntansi dan kemudian menjadi akuntan. Tidak lama kemudian ia ikut dalam sebuah pelayaran menuju Timur Jauh, kepulauan rempah-rempah. Dia sangat mengagumi Pacioli dan menjadikan perhitungan akuntansi menjadi rumus abadi.

Pada sebuah buku besar (catatan keuangan) terdapat dua buah kolom, sebelah kiri kita kenal dengan kolom Debit dan sebelah kanan kita kenal dengan kolom Kredit. Luca Pacioli yang mempopulerkan formula itu menyebutnya dengan istilah deve dare dan deve avere. Formula itu bertahan hingga masa kini. Coen adalah akuntan sejati. Dia mencatat setiap transaksi sebagaimana pesan Pacioli. Uang dicatat sebagai debet dan darah ia catat sebagai kredit. Keduanya dituliskan pada sebuah buku besar bernama Nusantara. JP Coen adalah seorang murid akuntansi yang murtad terhadap kodifikasi Pacioli. Pacioli mengatakan ada tiga hal dasar yang membuat pedagang sukses yaitu modal yang cukup, staf pembukuan yang baik, dan sistem akuntansi yang dapat menyediakan informasi keuangan yang diperlukan. Sedangkan, Coen mengatakan perang dan dagang tidak dapat dipisahkan; keuntungan dagang didapat karena sukses perang. Sebaliknya kedigdayaan persenjataan perang dipelihara dengan biaya dari keuntungan dagang.

Terbentuknya VOC

Pada akhir abad ke enambelas, pergeseran kekuatan laut tengah terjadi. Armada Inggris menjadi kekuatan yang menakutkan sehingga berhasil menaklukkan armada Spanyol dalam pertempuran Gravelines pada 29 Juli 1588. Inggris berhasil menguasai laut yang artinya menguasai pula jalur perdagangan. Mereka mulai menemukan koloni untuk menjamin kemakmuran negerinya. Sementara itu di Belanda, euforia pelayaran liar belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Sejak pelayaran Jacob van Neck ke Maluku tahun 1600, banyak ekspedisi pelayaran dengan mengibarkan bendera berbeda, hal ini jelas menimbulkan banyak persaingan. Pelayaran liar itu mereka sebut Wilde Vaart. Sementara Inggris terus melakukan konsolidasi perdagangan. Sementara itu kekuatan Portugis dan Spanyol melemah di Timur Jauh.

The Governor and Company of Merchants of London Trading into the East Indies. Sebuah deklarasi di London yang disetujui oleh Ratu Elizabeth I pada 31 Desember 1600, menandai berdirinya East Indies Company. Serikat dagang itu diberi wewenang untuk melakukan monopoli perdagangan di daerah Asia, Afrika dan Amerika.

Johannes van Oldenbarneveldt gelisah mendengar terbentuknya serikat dagang Inggris itu. Johannes terlibat dalam beberapa kejadian penting seperti keterlibatannya dalam memulihkan kekuasaan raja Williem, bersekutu dengan Inggris dan Prancis, hingga dukungannya terhadap Maurice untuk naik tahta setelah ayahnya, Raja Williem terbunuh pada 1584. Di awal abad ke tujuh belas ia menjadi seorang pengacara dan negarawan yang bekerja pada Staten General dari De Zeven Provincies. Yang membuat ia berbeda ialah tidak ikut tenggelam dalam euforia Wilde Vaart. Ia berpikir bahwa Wilde Vaart harus diakhiri, konsolidasi pelayaran dan perdagangan harus dilakukan untuk menjamin masa depan negerinya di Timur Jauh. Dia mengusulkan pembentukan sebuah serikat dagang yang memayungi semua pelayaran dan perdagangan ke Timur Jauh.

De Generale Nederlandsche Geoctroyeerde Oost-Indische Compagnie. Sebuah maklumat berdasarkan undang-undang kerajaan yang kemudian disahkan  sebagai anggaran dasar serikat dagang itu pada 20 Maret 1602 yang lebih dikenal sebagai Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC.

Monsterverbond

Hareen Zeventeen, Tujuh Belas Tuan-Tuan adalah badan yang terdiri dari tujuh belas orang yang terhormat yang mewakili enam Kamers, yaitu Amsterdam, Middleburg, Delf, Rotterdam, Hoorn, dan Enkhuizen; sebagai hasil dari penyatuan berbagai bendera pelayaran dan perdagangan yang berbeda-beda. Dari tujuh belas anggotanya, Amsterdam mendominasi dengan menempatkan delapan orang. Kepada Hareen Zeventeen yang berpusat di Amsterdam itulah, sesuai dengan maklumat kerajaan, Gubernur Jenderal VOC bertanggung jawab. Hareen Zeventeen adalah pengendali VOC. Hareen Zeventeenlah satu-satunya badan hukum yang mengendalikan VOC.

Memang secara de jure, Hareen Zeventeenlah yang memiliki kekuasaan penuh dalam mengendalikan VOC. Namun de factonya, ada sebuah persekutuan lain yang menguasai perserikatan dagang ini. Mereka disebut Monsterverbond. Kontrol Hareen Zeventeen sangat lemah dan tidak mampu menjangkau bentangan kekuasaan VOC yang sangat luas. Tanjung Harapan hingga pantai Deshima. Salah satu tokoh dibalik komplotan ini ialah Cornelis Janszoon Speelman. Pada awalnya tidak ada pejabat VOC yang terlibat. Monsterverbond adalah komplotan kulit putih dan pribumi. Arung Palakka dan Kapitan Jonker adalah dua sekutu Speelman yang menyebabkan komplotan itu menjadi begitu menakutkan.

Persekutuan itu terbentuk pada akhir tahun 1666. Ketika itu Gubernur Jenderal Joan Matsueyker memberkan perintah pada Cornelis Speelman untuk menggempur Hasanuddin di Makassar. Dalam penyerangan itu, ia dibantu oleh dua orang pribumi yang telah membuktikan kesetiaannya pada VOC, Arung Palakka dan Kapitan Jonker. Beberapa bulan menjelang misi ini, keduanya terlibat dalam ekspedisi Verspreet menaklukkan pesisir barat Sumatra. Ketiganya mengakhiri misi di Makassar dengan sukses setelah memaksa Hasanuddin menandatangani perjanjian Bongaya pada 28 November 1667.

Selain berlatar belakang uang dan kekuasaan, ketiga orang ini berangkat dari latar belakang psikologis yang sama, yaitu perasaan teralienasi. Speelman adalah seorang petinggi VOC yang jauh dari pergaulan elite VOC. Dia tersisih dari pergaulan karena terbukti terlibat dalam sebuah perdagangan gelap ketika dia masih menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC di Coromandel tahun 1665. Arung Palakka adalah putra mahkota Bugis dari Kerajaan Bone yang harus hidup terjajah dan berada dalam tawanan kerajaan Makassar. Dia memberontak dan pada 1660 bersama pengikutnya melarikan diri ke Batavia. VOC menyambutnya dengan baik, bahkan memberinya daerah di pinggiran kali Angke. Sedangkan Kapitan Jonker adalah seorang panglima yang berasal dari pulau Manipa, Ambon. Dia memiliki begitu banyak pengikut setia, tetapi tidak pernah menguasai satu daerah dimana orang mengakuinya sebagai daulat.
Akhirnya ia bergabung dengan VOC di Batavia. Rumah dan tanah yang luas di daeran Marunda dekat Cilincing diberikan oleh VOC kepadanya.

Monsterverbond mendapat bayaran yang sangat mahal atas prestasi yang dicapainya untuk VOC. Speelman dbayar mahal untuk penaklukkan Hasanuddin. Arung Palakka dibayar mahal untuk keberhasilannya menghapus pengaruh Aceh di Pesisir Barat Sumatra. Dan Kapitan Jonker dibayar mahal karena berhasil menangkap Trunojoyo dan kemudian menyerahkannya pada pegawai VOC keturunan Skotlandia, Jacob Couper. Mereka bertiga telah menaklukkan Nusantara di Barat, Tengah, dan Timur. Mereka memiliki andil besar untuk mengantarkan VOC mencapai puncak kejayaannya pada masa Gubernur Jenderal Joan Matsueyker. Bayaran mahal itu bukan dalam bentuk barang, tetapi hak monopoli emas.

Tujuan awal bangsa Belanda ke Nusantara adalah karena rempah-rempah. Emas sama sekali tidak masuk kedalam hitungan dan rencana. Itu sebabnya Matsueyker memberikan begitu saja monopoli emas pada tiga orang itu sekaligus memberi modal awal yang sangat besar bagi mereka untuk mulai berdagang emas. Biaya untuk modal monopoli mereka itulah pada awalnya yang mengeruk kekayaan VOC secara ilegal. Matsueyker sangat berkomitmen tinggi kepada mereka bertiga. Baik Speelman, Arung Palakka, maupun Kapitan Jonker masing-masing memiliki pengikut yang banyak dan sangat setia. Tulang punggung kekuatan bersenjata VOC pada masa itu ada pada mereka sehingga Matsueyker hanya bisa mengandalkan mereka. Setelah mereka menguasai monopoli emas, kekuatan Monsterverbond semakin menjadi-jadi. Itu pula yang membuat Speelman menduduki kursi Gubernur Jenderal VOC tahun 1681.

Perjanjian Painan

Perjanjian itu dirundingkan perwakilan VOC di Padang, Jacob Groenewegen. Resminya perjanjian ini ditandatangani di Batavia pada 6 Juli 1663. Isi perjanjian itu ialah monopoli perdagangan VOC sepanjang pesisir pantai Painan hingga Airhaji, pemutusan hubungan politik dan dagang dengan Minangkabau dan Aceh, dan kesediaan menjadi sekutu VOC dalam menghadapi Aceh.
Tahun 1666 Groenewegen digantikan oleh Jacob Gruys. Namun tidak ada keadaan yang berubah karena Gruys tidak memiliki kemampuan diplomasi juga. Pada saat penyerangan ke negeri Pauh, Gruys dan pasukannya dikalahkan rakyat Pauh. Ia dan wakilnya tewas dalam perang itu. Ketika berita ini sampai ke Batavia, VOC sedang menyiapkan pasukan untuk ekspedisi ke Makassar. Tetapi, mengingat pentingnya perjanjian Painan, maka sebuah ekspedisi dikirim pada awal Agustus 1666 dipimpin oleh Abraham Verspreet. Jacob Spits ditunjuk sebagai pengganti Gruys di Padang. Dalam pasukan Verspreet itu juga tergabung kesatuan Ambon yang dipimpin kapitan Jonker dan kesatuan Bugis yang dipimpin Arung Palakka.

Ekspedisi ini berhasil hingga ke kota Padang. Pada akhir september 1666, kekuasaan diperluas hingga Ulakan. Arung Palakka diberi kedudukan sebagai raja Ulakan dan Kapitan Jonker sebagai Raja Ambon. Melalui ekspedisi ini VOC mengukuhkan kekuasaannya dipesisir Minangkabau. Kemudian Arung Palakka dan Kapitan Jonker melanjutkan ekspedisi mereka ke Makassar membantu Speelman.

Empat tahun setelah penaklukan Verspreet, Jacob Spits mengambil alih empat tambang emas di Salido. Pada tahun 1670 VOC mendatangkan seorang meester begwester bernama Friedrick Fisher ke Salido. Dia mulai membangun pertambangan besar. Tetapi setelah empat tahun, laporan dari Gubernur Jenderal VOC di Batavia kepada Hareen Zeventeen di Amsterdam menunjukkan bahwa upaya penambangan itu tidak banyak menghasilkan emas. Namun Hareen Zeventeen tetap optimis dengan potensi emas Salido. Didatangkan kembali ahli-ahli tambang dan jumlah tenaga kasar dari berbagai daerah, namun tetap dalam laporan yang dikeluarkan thaun 1682, Gubernur Jenderal menyebut kerugian dari kegiatan penambangan emas itu sudah berlipat ganda. Ongkos yang dikeluarkan untuk eksplorasi lima kali lipat dari hasil yang didapatkan. Namun Hareen Zeventeen tetap optimis tentang potensi emas Salido seperti dikatakan oleh Jacob Spits.

Hareen Zeventeen sudah bertindak benar mempercayai Jacob Spits. Matsueykerlah yang memanipulasi informasi. Sejak pertama kali ditambang tahun 1670, produksi emas Salido luar biasa banyak. Semua emas itu di serahkan kepada Monsterverbond. Hanya sebagian kecil dikuasai VOC. Itu sebabnya, untuk menyembunyikan konsesi rahasia inim Gubernur Jenderal memberikan laporan kerugian dari usaha penambangan ini tahun 1682 saat Speelman menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC menggantikan Rijcklof van Goens.

Pieter Erberveld

Dia lahir di Erberfeld, kemudian merantau ke Amsterdam. Pada akhir tahun 1650, dia bergabung dengan VOC sebagai prajurit kavaleri. Kariernya menanjak dengan pesat di VOC. Dari seorang prajurit asing, dia dianugerahi pangkat Kapten Kavaleri di Coromandel. Pada saat itu Speelman menjadi Gubernur di Coromandel. Erberveld menjadi satu-satunya orang kepercayaan Speelman. Ketika terpuruk akibat skandal perdagangan gelap, Erberveld selalu di sisinya. Bahkan ketika Speelman ditarik ke Batavia dan melakukan berbagai pertempuran, Erberveld selalu mendampinginya. Erberveld ikut menikmati kekayaan Monsterverbond, oleh sebab itu ia memiliki harta yang melimpah dan rumah mewah di Jacatraweg serta tanah yang luas. Kalau hanya mengandalkan pangkat Kapten Kavaleri itu semua hanyalah mimpi.

Pada masa VOC, tentara yang meniti kariernya dari bawah adalah golongan paling rendah di antara kulit putih. Mereka hanya bergaji seratus gulden, tidak lebih dari itu apapun pangkatnya. Lain halnya bila mereka memiliki latar belakang pedagang sebelum jadi tentara. Speelman dan JP Coen adalah contohnya. Erberveld adalah tentara tulen dari awalnya. Erberveld adalah satu satunya orang kulit putih yang bisa dipercaya Speelman di dalam Monsterverbond.

Terbunuhnya Pieter Erberveld adalah karena iri dan cemburu. Isaac de l’Ornay de Saint Martin, perwira tinggi VOC dari Perancis. Hubungan Isaac dengan Monsterverbond ialah karena Speelman. Isaac dan Speelman sepantaran dengan bintang yang sama menanjaknya. Tetapi, Speelman mendapatkan promosi lebih cepat. Dia dipindah ke Coromandel dan diangkat menjadi Gubernur. Sementara Isaac masih terjebak di lapangan sebagai komandan perang. Tahun 1665 Isaac berhasil meyakinkan Hareen Zeventeen dan Gubernur Jenderal di Batavia untuk mengungkap kasus perdagangan gelap yang dilakukan Speelman di Coromandel. Speelman jatuh kembali ke lapangan sebagai komandan perang.

Namun keadaan tetap tidak berubah, ketika mereka sama-sama ditarik ke Batavia, Speelman masih memiliki pengaruh yang kuat. Misi-misi besar dijalankannya dengan sempurna sehingga mendapat perhatian Joan Matsueyker. Meskipun misi-misi Isaac sama suksesnya tetapi hanya dipandang sebelah mata. Puncaknya adalah ketika Speelman diangkat menjadi Gubernur Jenderal tahun 1681 menggantikan Rijkclof van Goens. Sementara Isaac terpaku sebagai komandan perang dengan pangkat mayor. Satu satunya penghargaan yang ia dapat ialah sebidang tanah luas di pedalaman Batavia yang kelak diberi nama Kemayoran.

Isaac mengetahui segala sesuatu tentang Monsterverbond dan Emas Salido. Setelah Speelman wafat pada tahun 1684 ia mulai beraksi. Pada tahun 1685 ia berhasil memaksa Gubernur Jenderal Champuys untuk mengungkapkan dosa-dosa Speelman selama berkuasa. Pengeluaran kas untuk pekerjaan yang tidak pernah dilakukan, penjualan tekstil menurun 90%, dan monopoli candu yang gagal total. Pada tahun itu juga semua peninggalan Speelman disita oleh pemerintah. Namun rahasia emas Salido tertutup dengan rapi dengan pengeluaran pekerjaan yang tidak pernah dilakukan.

Isaac berhasil meyakinkan Champuys untuk mengikis habis pengaruh Monsterverbond. Lima tahun setelah kematian Speelman, pembersihan mulai dilakukan. Bidikan pertamanya ialah Kapitan Jonker dan pengikutnya. Caranya dengan menuduh memberontak VOC di Batavia. Kapitan Jonker tewas terbunuh dan kepalanya dipancung dalam penyerbuan di daerah kekuasaannya yaitu Pejonkeran Marunda. Pengikutnya dibunuh dan anggota keluarganya diasingkan ke Colombo. Dalam tempo lima tahun, pengikut Monsterverbond dari kalangan pribumi habis. Arung Palakka sejak diangkat menjadi Raja Bone, pengaruhnya berangsur hilang. Walaupun berkuasa sebagai raja, sebenarnya Arung Palakka tetap berada dibawah kontrol pemerintah VOC di Fort Rotterdam. Jadi Isaac tidak perlu mengkhawatirkan Arung Palakka.

Nasib pengikut kulit putih Speelman didekati oleh Camphuys dan melepaskan diri dari Monsterverbond. Mereka selamat karena situasi. Pada tahun 1689, Batavia dilanda gonjang-ganjing. Untung Surapati dan pengikutnya berusaha mengepung Batavia. Serangan dari kaum pribumi itu untuk sementara menyatukan semua kulit putih yang berdiam di Batavia. Pieter Erberveld selamat dari pembersihan yang dilakukan Camphuys. Dia meninggal karena tua dan tidak banyak yang tahu bahwa dulu dia adalah tangan kanan Speelman.

Francois Valentijn, nama yang berhasil mengungkap masa silam Pieter Erberveld ketika anaknya Pieter Erberveld Junior mewarisi kekayaan yang besar di Batavia. Francois awalnya dididik untuk menjadi pendeta. Tetapi tergoda untuk berpetualang bersama armada dagang VOC di Timur Jauh. Petualangannya ia tuliskan lewat sebuah risalah berjudul Oud en Nieuw Oost-Indian. Valentijn memilik pengetahuan yang luas tentang daerah pesisir Minangkabau pada masa itu termasuk Salido.

Menjelang tahun 1721, saat sudah berada di Belanda. Ia menulis rencana pengkhianatan Pieter Erberveld di Batavia. Ia mengaku cerita itu didapatkan dari hasil korespondensi dengan kawan-kawannya di Batavia. Reputasi Valentijn sebagai penulis tidak diragukan oleh Hareen Zeventeen. Sebab ia berhasil menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan perbedaan laporan kandungan emas Salido antara Matsueyker dan Jacob Spits. Di Salido ia berhasil mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap monopoli emas itu. Pieter Erberveld. Laporan itu baru disampaikan sekarang bukan pada masa Erberveld Senior masih hidup adalah karena Untung Surapati. Kulit putih perlu bersatu menghadapi pengikut Surapati dan beberapa gerakan pembangkangan di Jawa.

Haren Zeventeen memilih Zwaardecroon untuk menjadi eksekutor keturunan Erberveld. Tahun 1718 ia menjadi Gubernur Jenderal VOC. Ia menghabisi sisa-sisa pengikut Surapati. Ia sangat setia kepada Hareen Zeventeen. Pada masa awal kekuasaannya VOC masih mempertahankan kejayaannya walaupun penampakkan luarnya saja. Sebab sebenarnya saat itu VOC mulai kesulitan membayar dividen yang terlanjur dipatok tinggi. Dana yang dikeluarkan untuk kapal, senjata, dan pegawai meningkat berkali lipat akibat perang perluasan teritorial yang dilakukan gubernur jenderal sebelumnya. Zwaardecroon berhasil memperbaiki keadaan dengan memperkenalkan tanaman baru di Jawa yaitu nila dan kapas, dan meningkatnya penerimaan pemerintah dari tanaman kopi. Zwardecroon berhasil memperbaiki ekonomi VOC. Momennya bertepatan dengan terbitnya lapora Valentijn di Amsterdam. Lantas ia dipercaya memburu kekayaan yang hilang itu, emas Salido.

Kapten Clusse ketika tiba di Batavia langsung menghadap Zwardecroon dan merancang cara supaya Erberveld buka mulut. Sasarannya ialah putri Erberveld, Meede. Lewat Meede, Clusse berhasil mengungkap lingkaran orang yang dekat dengan Erberveld. Perkara tanah dan isu komplotan rahasia dijadikan alasan untuk memberanguskan kelompok Erberveld. Celakanya, Erberveld seperti ayahnya, sangat dekat dengan pribumi. Sisa kekuatan Surapati dituduh berkomplot dengan Erberveld.

Erberveld kemudian diadili di Stadhuisplein, ia dihukum mati dengan cara yang sangat kejam. Kaki dan tangannya masing-masing diikatkan pada seekor kuda dan ditarik oleh kuda itu kearah yang berbeda hingga tubuhnya terbagi menjadi empat dan kulitnya pecah-pecah sehingga tempat eksekusi itu sekarang dikenal sebagai kampung pecah kulit. Namun sejak pengadilan, Meede putri Erberveld tidak ditemukan dimanapun juga. Sepertinya rahasia dari emas VOC dibawa oleh Meede sehingga bernama Het Geheim van Meede atau Rahasia Meede.

Saturday, 19 March 2016

Teman atau Pasangan

Jumat sore selesai kuliah. Gua nongkrong dengan beberapa temen di taman deket kampus. Ngobrolin banyak hal pastinya. Mulai dari kuliah yang penat ama tugas, organisasi yg siap2 pengen mulai tugas2 nya sampai ke hubungan pertemanan.

Sejenak terlintas di benak gua buat nanya ke temen gua yg pake kacamata perawakannya kocak. Redo namanya.

"Do, si jali kemana? Belakangan ini gua liat kalian jarang bareng ampe sore kaya gini. Dah balik ?"

"Udeh, biasa nganterin cemceman. Palingan lg enjoy di kosan cemcemannye."

"Tumben, biasanye lu bertigaan mulu ama si junet."

"Si junet lg tipes bro."

"Oh jengukin nyok ke kosannye"

"Kaga dia lg dirumah bukan di kosan"

"Oh kirain"

Gua lg nongkrong bareng si redo, mira, eka, sama nur. Kita temen sekelas cuma gua si yg jarang nongkrong ama mereka. Maklum mereka anak nongkrong ketimbang gua yg kelar kuliah pulang wkwk

"Iya tuh si jali sekarang begitu" eka nyambung

"Begitu gmana ?" tanya gue

"Ya itu nurut ama cemcemannye. Pernah dulu gua ingetin tau dah ngeresep apa kaga dia" nada kesel si redo.

"Li, lu muslim kan ? Tau lah siapa yg harusnya mimpin dalam hubungan. Jgn terlalu nurut lah apa apa"

"Hmm"

Ya emang dlm hubungan itu biasanya laki2 yg dominan. Kaya sutari atau suami takut istri dasarnya kan emang gaboleh dlm islam.

"Grgr cemcemannye jd ga asik lg dia skrng. Kabur mulu ke kosan cewenya."

"Kalo kata mpok gua si ya, si jali itu ama cewenya jadian karna dua duanya terlalu ngerasa kesepian. Soalnya aneh dlm seminggu hubungan uda bisa jalan gitu aja"

"Iya harusnya bisa nakar lah kapan bisa maen ama cewenya ama temen temennya. Dia pan dah gede"

"Kaga juga sih menurut gua cewenya juga yg terlalu neken si jali. Awalnya si dia bilang ga bakal kaya gini eh kemakan omongannya dewek deh"

"Yaudah moga aja berubah dah gaya pacarannye. Ngumpul lg gitu ama kita."

"Iye moga aja ini efek kasmarannye doang grgr baru jadian"

Selesai ngobrol gua pun balik ke kosan. Dan kepikir dlm benak gua, emang bener jalin hubungan untuk serius itu dibolehin aja tp qtime ama temen2 jg jgn dianggap remeh. Disamping ngejalin kepercayaan ama calon pendamping lu (moga moga aja) temen juga penting. Saat lu uda berhasil jalin hubungan ama pasangan lu, bisa aja lu nikah. Tp siapa yg mau lu kabarin klo lu uda nikah klo bukan temen2 lu sendiri.

Monday, 6 July 2015

LGBT : HAM atau mem-binatang-kan

Baru baru ini negara adidaya Amerika serikat dan beberapa negara eropa akhirnya melegalkan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). Hal ini tentu membawa respon pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Memang benar setiap manusia diberikan kebebasan untuk hidup seperti yang ia mau atau lebih tepatnya disebut hak asasi manusia. Tidak seperti awal dikenalnya HAM, dahulu HAM ada karena tindakan penjajahan dan perbudakan yamg melecehkan keadaan manusia itu sendiri.

Namun HAM saat ini benar benar banyak penyelewengan. Orang yang melakukan kesalahan tidak dihukum sebagaimana mestinya dengan iming-iming HAM. Koruptor yang memakan uang rakyat hanya mendapat ganjaran penjara dan itu pun masih dapat remisi. Dalam islam pun HAM memang dituntut. Namun hukum dalam islam jelas agar membuat pelaku jera.

Begitu pula kasus LGBT yg sedang hangat saat ini. Saya pernah membaca artikel dari seseorang yg sengaja saya tidak mau sebutkan namanya. Beliau bilang LGBT ini tidak dapat disalahkan. Perasaan menyukai sesama jenis ini datang dari mana lagi kalau bukan dari Tuhan. Karena tuhan pencipta segala sesuatu termasuk LGBT.

Yang ingin saya sampaikan disini ialah LGBT itu seharusnya tidak didukung. Sebab itu sungguh merusak nilai-nilai manusia itu sendiri. Manusia diberi akal agar menjalani hidup dengan sempurna. Bahakan binatang pun masih mau untuk kawin dengan pasangan. Jika manusia memilih berpasangan sesama jenis apa ia tidak lebih rendah daripada hewan ? Dengan iming-iming HAM bahkan manusia sampai ingin lebih buruk daripada binatang. Astagfirullahaladzim

Jikalau ada dari mereka yang mempunyai perasaan itu bukan berarti kita dukung atau jauhkan mereka. Namun rangkullah. Ajarkan kejalan yang benar. Bahkan Muhammad saja mau menyuapi seorang pengemis buta yang pekerjaannya sehari hari menghina beliau.

Semoga mereka diberi akal sehat kembali. Amin.

Sunday, 15 February 2015

Abad Pertengahan

 

clip_image002

Abad Pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat di bawah prakarsa raja Charlemagne pada abad 5 hingga munculnya monarkhi-monarkhi nasional, dimulainya penjelajahan samudra, kebangkitan humanisme, serta Reformasi Protestan dengan dimulainya renaisans pada tahun 1517.

Pengaruh agama

Abad Pertengahan merupakan abad kebangkitan religi di Eropa. Pada masa ini agama berkembang dan memengaruhi hampir seluruh kegiatan manusia, termasuk pemerintahan. Sebagai konsekuensinya, sains yang telah berkembang di masa zaman klasik dipinggirkan dan dianggap lebih sebagai ilmu sihir yang mengalihkan perhatian manusia dari ketuhanan.

clip_image003

Notre-dame de paris, contoh arsitektur dari zaman pertengahan.

Pada masa ini ilmu pengetahuan dan kesenian dimanfaatkan untuk kepentingan religi. Adanya larangan pengeksposan tubuh manusia dan hewan membuat kesenian menemukan teknik abstraksi yang memungkinkan sensasi tercipta tanpa adanya kehadiran bentuk realis.

Pada masa ini pula dibangun sistem Perang Salib untuk mempertahankan pemerintahan Eropa dari desakan pengaruh pemerintahan Islam dari timur tengah. Seorang ksatria (crusade) harus selalu bersedia membela keyakinannya setiap kali terjadi pertempuran dalam perang suci. Karena itulah pemerintahan kemudian menjadi di bawah pengaruh keagamaan.

Seni rupa

Seni rupa, terutama arsitektur, yang menjadi puncak era ini adalah aliran Gothic. Sementara pada awalnya, gaya romanesque banyak memberi pengaruh.

Militer

Pasukan pada abad pertengahan benar-benar dilatih untuk bertempur. Dengan alat-alat yang sederhana seperti pedang, panah atau tombak. Sedangkan pada pasukan yang menggunakan hewan (misalnya kuda dan unta) yang biasa disebut kavaleri dianggap sangat berjaya pada abad pertengahan. Tetapi era mereka pudar ketika makin banyak para pemanah (Archers) yang lebih efektif dalam pertempuran. Selain itu tentunya pasukan infantri atau pasukan yang berjalan kaki seperti ksatria berpedang (swordsman), penusuk (pikeman) dan lain-lain. Ini terjadi karena pada masa itu setiap negara masih berbentuk kerajaan, khususnya di Eropa. Pada zaman dulu belum ada tank, maka terciptalah ketapel (catapult) untuk menghancurkan kastil-kastil atau benteng pertahanan. Ada pula pelempar batu panas/berapi yang disebut Mangonel dan trebushet, selain peralatan tersebut terdapat pula Battering Ram yaitu alat untuk mendobrak gerbang serta sienge tower yang berupa menara yang dapat digerakkan hingga merapat ke tembok benteng sehingga para pasukan dapat naik ke atas benteng.

Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Pertengahan

Peradaban Romawi Kuno

Peradaban Romawi Kuno

clip_image002[1]

Kekaisaran Romawi (bahasa Latin: Imperium Romanum) adalah periode pasca-Republik dari peradaban Romawi kuno, dicirikan dengan pemerintahan yang dipimpin oleh kaisar, dan kepemilikan wilayah kekuasaan yang luas di sekitar Laut Tengah di Eropa, Afrika, dan Asia. Republik berusia 500 tahun yang mendahuluinya telah melemah dan tidak stabil akibat serangkaian perang saudara dan konflik politik, ketika Julius Caesar dinobatkan sebagai diktator seumur hidup dan kemudian dibunuh pada tahun 44 SM. Perang saudara dan pengeksekusian terus berlangsung, yang berpuncak pada kemenangan Oktavianus, putra angkat Caesar, atas Mark Antony dan Kleopatra dalam Pertempuran Actium serta ditaklukkannya Mesir. Setelah peristiwa-peristiwa di atas, kekuasaan Oktavianus menjadi tak tergoyahkan dan pada tahun 27 SM, Senat Romawi secara resmi memberinya kekuasaan penuh dan gelar baru Augustus, yang secara efektif menandai berakhirnya Republik Romawi.

Pemerintahan Kekaisaran Romawi bertahan selama kira-kira 500 tahun. Dua abad pertama kekaisaran ditandai dengan periode kemakmuran dan kestabilan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dikenal dengan Pax Romana atau "Perdamaian Romawi". Setelah kemenangan Oktavianus, luas Kekaisaran meningkat secara drastis. Setelah pembunuhan Caligula pada tahun 41, Senat dianggap berkeinginan untuk memulihkan kekuasaan Republik, tetapi Garda Praetorian memproklamirkan Claudius sebagai kaisar. Di bawah pemerintahan Claudius, Kekaisaran melakukan perluasan besar-besaran pertamanya sejak Augustus. Setelah penerus Claudius, Nero, memutuskan bunuh diri pada tahun 68, Kekaisaran mengalami masa perang saudara singkat dan terjadinya pemberontakan besar di Yudea, ketika empat jenderal legiun berbeda menyatakan diri sebagai Kaisar. Vespasianus berhasil meraih kemenangan pada tahun 69 dan mendirikan Dinasti Flavianus, sebelum digantikan oleh putranya Titus, yang membuka Colosseum tak lama setelah meletusnya Gunung Vesuvius. Masa jabatannya yang singkat diteruskan oleh saudaranya Domitianus, yang memerintah selama 15 tahun sebelum akhirnya dibunuh pada tahun 96. Senat kemudian menunjuk kaisar pertama dari Lima Kaisar Baik. Kekaisaran Romawi mencapai masa kejayaannya di bawah pemerintahan Trajanus, kaisar kedua dari dinasti Nerva-Antonine.

Periode peningkatan kekacauan dan kemerosotan dimulai pada masa pemerintahan Commodus. Terbunuhnya Commodus tahun 192 memicu terjadinya Perang Lima Kaisar, yang dimenangkan oleh Septimius Severus. Pembunuhan Alexander Severus pada tahun 235 memicu Krisis Abad Ketiga, saat 26 pria dinyatakan sebagai Kaisar oleh Senat Romawi selama lima puluh tahun. Kekaisaran berhasil distabilkan pada masa pemerintahan Diokletianus dengan diperkenalkannya Tetrarki, yang ditandai dengan empat Kaisar memerintah Romawi secara bersamaan. Kebijakan ini pada akhirnya gagal, menyebabkan pecahnya perang saudara yang kemudian dimenangkan oleh Konstantinus I, yang mengalahkan saingannya dan menjadi penguasa tunggal Kekaisaran. Konstantinus kemudian memindahkan ibu kota Romawi timur ke Bizantium, yang kelak berganti nama menjadi Konstantinopel untuk menghormati sang Kaisar. Konstantinopel tetap menjadi ibu kota Kekaisaran Timur sampai tahun 1453. Konstantinus juga menetapkan Kristen sebagai agama negara. Setelah kematian Theodosius I, Kaisar terakhir yang memerintah Kekaisaran bersatu, kekuasaan Kekaisaran perlahan melemah akibat penyalahgunaan kekuasaan, perang saudara, invasi dan migrasi bangsa Barbar, reformasi militer, dan depresi ekonomi. Penjarahan Roma pada tahun 410 oleh suku Visigoth dan tahun 455 oleh bangsa Vandal semakin mempercepat keruntuhan Kekaisaran Barat, dan pelengseran Kaisar Romulus Augustulus pada tahun 476 oleh Odoaker dianggap menandai akhir dari Kekaisaran Barat. Kekaisaran Romawi Timur tetap bertahan selama seribu tahun berikutnya, sebelum akhirnya jatuh ke tangan Turki Utsmani pada tahun 1453.

Kekaisaran Romawi merupakan salah satu kekuatan ekonomi, budaya, politik, dan militer paling berpengaruh di dunia pada masanya. Kekaisaran ini menjadi kekaisaran terbesar pada masa antikuitas klasik dan salah satu kekaisaran terluas dalam sejarah dunia. Pada masa pemerintahan Trajanus, luas wilayah Kekaisaran mencapai 5 juta kilometer persegi[3][6] dan menjadi penguasa bagi hampir 70 juta penduduk, atau 21% dari keseluruhan penduduk dunia pada saat itu. Usianya yang panjang dan wilayahnya yang luas mengakibatkan pengaruh Kekaisaran Romawi seperti bahasa Latin dan Yunani, budaya, agama, penemuan, arsitektur, filosofi, hukum, dan bentuk pemerintahan bertahan abadi di negara-negara penerusnya. Pada masa abad pertengahan Eropa, upaya bahkan dilakukan untuk mendirikan penerus Kekaisaran Romawi, termasuk negara Tentara Salib, Kekaisaran Rumania, dan Kekaisaran Romawi Suci. Melalui penjelajahan yang dilakukan oleh Imperium Spanyol, Perancis, Portugis, Belanda, Italia, Jerman, Britania, dan Belgia, kebudayaan Romawi dan Yunani, atau yang saat ini dikenal dengan kebudayaan Barat, ikut tersebar ke seluruh dunia dan berperan penting dalam perkembangan dunia modern.

SEJARAH

Roma telah mulai memperluas wilayahnya tak lama setelah berdirinya Republik pada abad ke-6 SM, meskipun tidak meluas ke luar Italia sampai abad ke-3 SM. Dengan demikian, Romawi sebenarnya telah menjadi sebuah "kekaisaran" jauh sebelum diperintah oleh seorang Kaisar.[7] Dalam konteks modern, Republik Romawi bukanlah sebuah negara-bangsa, melainkan jaringan kota-kota yang diizinkan mengatur dirinya sendiri (meskipun tingkat kemerdekaan yang diperoleh dari Senat Romawi bervariasi) dan provinsi-provinsi yang dikelola oleh seorang komandan militer. Wilayah-wilayah ini tidak diperintah oleh Kaisar, tetapi oleh magistrat yang dipilih setiap tahun (biasanya oleh Konsul Romawi) sebagai penghubung dengan Senat.[8] Karena berbagai sebab, abad ke-1 SM merupakan masa pergolakan politik dan militer yang pada akhirnya menyebabkan Republik diperintah oleh seorang Kaisar.[9] Kekuatan militer konsul tercantum dalam konsep hukum Romawi "imperium", yang secara harfiah bermakna "perintah" (meskipun dalam arti militer).[10] Kadang-kadang, seorang konsul yang dianggap berhasil diberi gelar kehormatan Imperator (komandan), dan kata inilah yang kemudian menjadi asal usul kata "Emperor" (dan "Empire"), karena gelar ini awalnya selalu diberikan kepada Kaisar saat mereka naik takhta.[11]

clip_image003

Augustus dari Prima Porta
(awal abad ke-1 M)

Romawi telah mengalami serangkaian panjang konflik internal, konspirasi dan perang saudara sejak akhir abad ke-2 SM dan seterusnya, bersamaan dengan perluasan wilayah besar-besaran ke luar Italia. Menjelang akhir periode ini, pada tahun 44 SM, Julius Caesar diangkat sebagai diktator seumur hidup sebelum akhirnya dibunuh . Faksi pembunuh Caesar diusir dari Roma dan dikalahkan dalam Pertempuran Phillipi pada tahun 42 SM oleh pasukan yang dipimpin Mark Antony dan putra angkat Caesar, Oktavianus. Antony dan Oktavianus tidak sepakat mengenai pembagian Romawi dan pasukan Oktavianus berhasil mengalahkan pasukan Antony dan Kleopatra dalam Pertempuran Actium tahun 31 SM. Pada tahun 27 SM, Senat dan Rakyat Roma mengangkat Oktavianus sebagai princeps ("warga negara pertama") dengan prokonsul imperium, dan dengan demikian memulai Principatus (zaman pertama dalam sejarah Kekaisaran Romawi, dimulai dari tahun 27 SM sampai 284 M), serta memberinya nama Augustus ("yang dimuliakan"). Meskipun konstitusi lama tetap dilaksanakan, Augustus pada kenyataannya mendominasi urusan konstitusional. Pemerintahan Augustus mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung selama satu abad, dan dianggap memulai periode kemakmuran dan perdamaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Oleh sebab itu, ia sangat dicintai dan dianggap layak memegang jabatan sebagai raja de facto, kalau tidak de jure. Pada tahun-tahun pemerintahannya, tatanan konstitusional baru dibentuk, sehingga setelah kematiannya, tatanan konstitusional baru ini tetap dilaksanakan seperti sebelumnya ketika Tiberius dinobatkan sebagai Kaisar baru. 200 tahun masa pemerintahan yang dimulai sejak Augustus secara tradisional dikenal dengan Pax Romana ("Perdamaian Romawi"). Selama periode ini, kejayaan Kekaisaran bertambah dengan meningkatnya kestabilan sosial dan kemakmuran ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemberontakan di provinsi-provinsi jarang terjadi, tetapi ketika terjadi, pemberontakan berlangsung dengan "sengit dan cepat",[12] seperti yang terjadi di Britania dan Galia. Perang Yahudi-Romawi yang berlangsung selama 60 tahun pada paruh kedua abad pertama adalah perang hebat yang terjadi pada awal kekaisaran, baik dari segi lama peperangan ataupun kekerasan yang dilakukan.[13]

Keberhasilan Augustus dalam menciptakan prinsip-prinsip pergantian takhta dinasti terhalang oleh sejumlah pewaris yang berbakat dan hidup lebih lama; dinasti Julio-Klaudianus memiliki empat kaisar yang memerintah Romawi – Tiberius, Caligula, Klaudius, dan Nero. Dinasti ini digulingkan pada tahun 69 M dalam Perang Empat Kaisar, yang dimenangkan oleh Vespasianus. Vespasianus menjadi pendiri dinasti Flavianus yang berumur pendek, diikuti oleh dinasti Nerva–Antonine yang melahirkan "Lima Kaisar Baik": Nerva, Trajanus, Hadrianus, Antoninus Pius, dan filsuf Marcus Aurelius. Dalam pandangan sejarawan dan pengamat kontemporer Yunani Dio Cassius, naik takhtanya kaisar Commodus pada tahun 180 M menandai peralihan dari "kerajaan emas menjadi kerajaan besi"[14] – komentar terkenal yang menyebabkan beberapa sejarawan, terutama Edward Gibbon, berpendapat bahwa pemerintahan Commodus menandai dimulainya kemerosotan Kekaisaran Romawi.

Pada tahun 212, di masa pemerintahan Caracalla, kewarganegaraan Romawi diberikan kepada semua penduduk merdeka di seluruh Kekaisaran. Namun, meskipun kebijakan ini diberlakukan secara universal dan bisa dibilang sukses, dinasti Severan yang berkuasa sesudahnya membawa Romawi ke masa-masa penuh gejolak – masa-masa pemerintahan terkelam ketika kaisar berkuasa selalu mengakhiri jabatannya dengan dibunuh atau dieksekusi. Menjelang keruntuhannya, Kekaisaran Romawi dihadapkan pada Krisis Abad Ketiga, suatu periode yang ditandai oleh banyaknya invasi, konflik sipil, depresi ekonomi, dan serangan wabah.[15] Dalam mendefinisikan zaman sejarah, krisis ini dipandang sebagai peralihan dari periode Antikuitas Klasik menuju Antikuitas Akhir. Diokletianus (memerintah 284-305) membawa Kekaisaran kembali ke ambang keruntuhan, tetapi ia menolak peran princeps dan menjadi kaisar pertama yang ditunjuk secara teratur sebagai dominus, master, atau lord.[16] Ini menandai akhir dari "Principatus" dan awal dari "Dominatus". Pada masa pemerintahan Diokletianus juga berlangsung upaya Kekaisaran dalam melawan ancaman dari agama Kristen dengan terjadinya Penganiayaan Besar. Kondisi monarki absolut yang berawal pada masa pemerintahan Diokletianus tetap bertahan sampai jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 476.

Diokletianus membagi Kekaisaran menjadi empat wilayah yang masing-masingnya diperintah oleh seorang Kaisar berbeda (Tetrarki).[17] Yakin bahwa ia telah mengatasi semua permasalahan di Roma, Diokletianus turun takhta bersama rekan-rekan kaisarnya, dan Tetrarki-pun runtuh. Takhta kemudian diambil alih oleh Konstantinus, yang menjadi kaisar pertama yang memeluk agama Kristen dan menetapkan Konstantinopel sebagai ibu kota baru Kekaisaran Timur. Pada dekade pemerintahan dinasti Konstantinianus dan Valentinianus, Kekaisaran dibagi menjadi poros barat dan timur, dengan pusat kekuasaan berada di Roma dan Konstantinopel. Masa pemerintahan Julianus, yang berupaya untuk mengembalikan agama Hellenistik dan Romawi Klasik, hanya berlangsung sebentar dan digantikan oleh Kaisar Kristen. Theodosius I, kaisar terakhir yang memerintah Timur dan Barat, wafat pada tahun 395 M setelah menjadikan Kristen sebagai agama resmi Kekaisaran.[18]

Kekaisaran Romawi mulai melemah pada awal abad ke-5 akibat membludaknya migrasi dan invasi bangsa Jermanik yang membuat Kekaisaran kewalahan untuk menampung dan melawan para pendatang ini. Kebanyakan kronologi menetapkan akhir Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 476, ketika Romulus Augustulus dipaksa untuk menyerahkan takhta kepada panglima perang Jermanik Odoaker.[19] Dengan menempatkan dirinya di bawah kekuasaan Kaisar Timur, bukannya menobatkan dirinya sebagai Kaisar (seperti yang dilakukan oleh pemimpin suku Jermanik lainnya setelah menggulingkan kaisar), Odoaker mengakhiri kekuasaan Kekaisaran Barat dengan memutus garis takhta Kaisar Barat. Kontrol Kekaisaran Timur di Barat mulai berkurang pada abad berikutnya. Kekaisaran Timur—yang saat ini dikenal dengan Kekaisaran Bizantium, namun pada saat itu masih disebut dengan "Kekaisaran Romawi" atau beragam nama lainnya—berakhir pada tahun 1453 setelah kematian Konstantinus XI dan jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani.[20]

Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi