Sebuah Cerita Sejarah dari Novel Rahasia Meede karya E.S Ito
Oleh Saihun Abdul Bashir
Sedikit cerita awal terbentuknya VOC
Cerita awal terbentuknya VOC tidak luput dari euforia pelayaran yang dilakukan oleh bangsa-bangsa eropa pada masa renaisans.
Perkembangan ilmu pengetahuan yang mendorong mereka untuk mengetahui dunia diluar eropa membuat mereka dengan berani berpetualang mengarungi samudera. Portugis dan Spanyol lah negara yang mempelopori petualangan ini. Mereka berlomba menemukan daerah hingga Timur Jauh demi membangun koloni untuk negara mereka. Berbagai daerah mulai terlihat dikibarkan bendera – bendera negara eropa sebagai bentuk tanda kekuasaan mereka.
Haarlem, kota pesisir di negeri Belanda. Disana terdapat gereja Groote Kerk yang masih belum menua. Gereja tua itu tampak sangat cantik. Beberapa tahun sebelum Jan Huygen van Linschoten meninggalkan kota itu diserbu oleh serdadu Spanyol yang dipimpin Fernando Alvarez de Toledo atau biasa dikenal Duke of Alva pada tahun 1572. Empat tahun kemudian daerah itu dikuasai kembali oleh Raja Williem I.
Pelayaran yang dilakukan oleh bangsa Belanda dipelopori oleh Huygen. Setelah meninggalkan Haarlem, dia mencari peruntungan ke Lisabon. Selama empat tahun di kota itu, kota yang menjadi pusat pencarian dunia baru, ia mengabdi pada keuskupan. Bersama dengan rombongan pedagang, tentara dan kaum paderi, dia mengarungi dua samudera yaitu Atlantik dan Hindia hingga berlabuh di Goa, India. Daerah itu merupakan koloni pertama Portugis di Timur Jauh. Selama lima tahun ia mengabdi menjadi sekretaris uskup disana. Pergeseran kendali dagang mulai terlihat. Arab yang selama ini menjadi perantara komoditi Timur Jauh ke bumi utara mulai melemah. Penaklukkan Byzantium oleh Muhammad II, tidak banyak membantu Arab karena yang menaklukkan ialah kaum Turki Utsmani. Sementara itu Portugis dan Spanyol semakin mencengkeram dunia. Mereka mengendalikan laut dan perdagangan samudera. Huygen bimbang karena bangsanya tertinggal jauh. Ia selalu memikirkan tempat kelahirannya, Haarlem.
Huygen menulis perjalanan bersama pelaut Portugis. Catatan ia ia beri judul, Itinerario, Voyagie ofte Schipvaert der Portugaloysers van Jan Huygen van Linschoten naar – ofte Portugaels Indien. Catatan itu kemudian ia publikasikan ketika ia kembali ke tanah kelahirannya. Cerita tentang perdagangan orang Portugis di negeri rempah dan Jawa. Dan yang lebih penting ialah terdapat informasi mengenai kemungkinan pedagang lain masuk dalam persaingan dagang itu. Catatan itu amatlah berharga menjelang akhir abad 16 karena bangsa Belanda terus menderita akibat perang berkepanjangan dengan Spanyol.
Reysgescrift van de Navigatien der Portugaloysers in Orienten. Adalah sebuah kitab yang ditulis oleh Huygen. Buku itu berisi catatan sketsa peta yang belum tergambar. Ia menyebutkan laut dan tempat tanpa jalur. Tulisan itu harus diterjemahkan lewat garis dan legenda dalam peta. Peter Plancius, dialah yang menerjemahkan sketsa itu menjadi sebuah peta. Dalam memori otaknya tersimpan lebih dari dua puluh lima macam jenis peta temasuk Raygescrift.
Cornelis de Houtman, seorang pemberani yang dikenal pembual dan pembuat onar. Ia pernah tinggal di Lisabon dan dikenal sebagai ahli pedang. Dia kemudian dipercaya oleh Compagnie van Verre, sebuah sindikat yang membiayai perjalanan Houtman untuk memimpin ekspedisi menuju timur jauh dengan menggunakan rute yang diterjemahkan Plancius. Dia berangkat pada bulan April tahun 1595 dengan empat buah kapal. Pulau Enggano di barat Bengkulu adalah daratan pertama di Nusantara yang dijamahnya. Pada tahun 1596, rombongan itu berlabuh di pelabuhan Banten. Awalnya mereka disambut baik namun akhirnya terusir dari sana. Kemudia perjalanan dilanjutkan mengitari Nusantara dan melihat bendera Portugis banyak berkibar. Pada bulan Agustus 1597, rombongan itu kembali ke Texel, Belanda. Bukan perjalanan yang dapat dianggap sukses. Hanya terdapat tiga dari empat kapal yang kembali dan 89 awak yang selamat dari 243 awak. Tetapi jalan menuju Timur Jauh telah terbuka lebar bagi mereka.
Ilmu Akuntansi di Tangan Seorang JP Coen
Akuntansi, sebuah ilmu perhitungan yang berkembang pada masa renaisans eropa. Konon ratusan tahun sebelumnya, orang-orang Arab telah melakukan pencatatan dalam perniagaan mereka. Luca Bartomes Pacioli menyempurnakannya, menjadikan akuntansi sebagai sebuah ilmu bukan sebagai sebuah alat bantu perniagaan. Kemudian ia dijuluki sebagai Bapak Akuntansi Modern. Dia menyelesaikan studi doktoral tahun 1486 dan menekuni banyak bidang keilmuan namun lebih dikenal sebagai matematikawan. Divina Proportina, karya Pacioli yang dibantu oleh Leonardo da Vinci memuat enam puluh gambar ilustrasi. Sebagai balas jasa, ia membantu da Vinci dalam menghitung bahan perunggu untuk pembuatan patung yang kemudian diberi nama Duke Lidovico Sforza di Milan.
Double Entry, sebuah istilah dalam ilmu akuntansi. Karena kata itu dia disebut sebagai penggagas akuntansi modern. Dia menemukan model itu pada buku Delia Mercatura et del Mercante Perfetto karya Benedetto Cotrugli. Sistem yang kemudian berguna dalam mencatat transaksi perdagangan itu disempurnakan Pacioli lewat satu topik pembahasan karya matematikanya. Dia menetap di Venesia sejak 1494. Kota yang menjadi pusat perdagangan Eropa pada abad pertengahan itu menjadi pusat berkembanganya Akuntansi.
Jan Pieterszoon Coen berasal dari Hoorn. Ia mengembara ke Venesia dan mempelajari akuntansi dan kemudian menjadi akuntan. Tidak lama kemudian ia ikut dalam sebuah pelayaran menuju Timur Jauh, kepulauan rempah-rempah. Dia sangat mengagumi Pacioli dan menjadikan perhitungan akuntansi menjadi rumus abadi.
Pada sebuah buku besar (catatan keuangan) terdapat dua buah kolom, sebelah kiri kita kenal dengan kolom Debit dan sebelah kanan kita kenal dengan kolom Kredit. Luca Pacioli yang mempopulerkan formula itu menyebutnya dengan istilah deve dare dan deve avere. Formula itu bertahan hingga masa kini. Coen adalah akuntan sejati. Dia mencatat setiap transaksi sebagaimana pesan Pacioli. Uang dicatat sebagai debet dan darah ia catat sebagai kredit. Keduanya dituliskan pada sebuah buku besar bernama Nusantara. JP Coen adalah seorang murid akuntansi yang murtad terhadap kodifikasi Pacioli. Pacioli mengatakan ada tiga hal dasar yang membuat pedagang sukses yaitu modal yang cukup, staf pembukuan yang baik, dan sistem akuntansi yang dapat menyediakan informasi keuangan yang diperlukan. Sedangkan, Coen mengatakan perang dan dagang tidak dapat dipisahkan; keuntungan dagang didapat karena sukses perang. Sebaliknya kedigdayaan persenjataan perang dipelihara dengan biaya dari keuntungan dagang.
Terbentuknya VOC
Pada akhir abad ke enambelas, pergeseran kekuatan laut tengah terjadi. Armada Inggris menjadi kekuatan yang menakutkan sehingga berhasil menaklukkan armada Spanyol dalam pertempuran Gravelines pada 29 Juli 1588. Inggris berhasil menguasai laut yang artinya menguasai pula jalur perdagangan. Mereka mulai menemukan koloni untuk menjamin kemakmuran negerinya. Sementara itu di Belanda, euforia pelayaran liar belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Sejak pelayaran Jacob van Neck ke Maluku tahun 1600, banyak ekspedisi pelayaran dengan mengibarkan bendera berbeda, hal ini jelas menimbulkan banyak persaingan. Pelayaran liar itu mereka sebut Wilde Vaart. Sementara Inggris terus melakukan konsolidasi perdagangan. Sementara itu kekuatan Portugis dan Spanyol melemah di Timur Jauh.
The Governor and Company of Merchants of London Trading into the East Indies. Sebuah deklarasi di London yang disetujui oleh Ratu Elizabeth I pada 31 Desember 1600, menandai berdirinya East Indies Company. Serikat dagang itu diberi wewenang untuk melakukan monopoli perdagangan di daerah Asia, Afrika dan Amerika.
Johannes van Oldenbarneveldt gelisah mendengar terbentuknya serikat dagang Inggris itu. Johannes terlibat dalam beberapa kejadian penting seperti keterlibatannya dalam memulihkan kekuasaan raja Williem, bersekutu dengan Inggris dan Prancis, hingga dukungannya terhadap Maurice untuk naik tahta setelah ayahnya, Raja Williem terbunuh pada 1584. Di awal abad ke tujuh belas ia menjadi seorang pengacara dan negarawan yang bekerja pada Staten General dari De Zeven Provincies. Yang membuat ia berbeda ialah tidak ikut tenggelam dalam euforia Wilde Vaart. Ia berpikir bahwa Wilde Vaart harus diakhiri, konsolidasi pelayaran dan perdagangan harus dilakukan untuk menjamin masa depan negerinya di Timur Jauh. Dia mengusulkan pembentukan sebuah serikat dagang yang memayungi semua pelayaran dan perdagangan ke Timur Jauh.
De Generale Nederlandsche Geoctroyeerde Oost-Indische Compagnie. Sebuah maklumat berdasarkan undang-undang kerajaan yang kemudian disahkan sebagai anggaran dasar serikat dagang itu pada 20 Maret 1602 yang lebih dikenal sebagai Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC.
Monsterverbond
Hareen Zeventeen, Tujuh Belas Tuan-Tuan adalah badan yang terdiri dari tujuh belas orang yang terhormat yang mewakili enam Kamers, yaitu Amsterdam, Middleburg, Delf, Rotterdam, Hoorn, dan Enkhuizen; sebagai hasil dari penyatuan berbagai bendera pelayaran dan perdagangan yang berbeda-beda. Dari tujuh belas anggotanya, Amsterdam mendominasi dengan menempatkan delapan orang. Kepada Hareen Zeventeen yang berpusat di Amsterdam itulah, sesuai dengan maklumat kerajaan, Gubernur Jenderal VOC bertanggung jawab. Hareen Zeventeen adalah pengendali VOC. Hareen Zeventeenlah satu-satunya badan hukum yang mengendalikan VOC.
Memang secara de jure, Hareen Zeventeenlah yang memiliki kekuasaan penuh dalam mengendalikan VOC. Namun de factonya, ada sebuah persekutuan lain yang menguasai perserikatan dagang ini. Mereka disebut Monsterverbond. Kontrol Hareen Zeventeen sangat lemah dan tidak mampu menjangkau bentangan kekuasaan VOC yang sangat luas. Tanjung Harapan hingga pantai Deshima. Salah satu tokoh dibalik komplotan ini ialah Cornelis Janszoon Speelman. Pada awalnya tidak ada pejabat VOC yang terlibat. Monsterverbond adalah komplotan kulit putih dan pribumi. Arung Palakka dan Kapitan Jonker adalah dua sekutu Speelman yang menyebabkan komplotan itu menjadi begitu menakutkan.
Persekutuan itu terbentuk pada akhir tahun 1666. Ketika itu Gubernur Jenderal Joan Matsueyker memberkan perintah pada Cornelis Speelman untuk menggempur Hasanuddin di Makassar. Dalam penyerangan itu, ia dibantu oleh dua orang pribumi yang telah membuktikan kesetiaannya pada VOC, Arung Palakka dan Kapitan Jonker. Beberapa bulan menjelang misi ini, keduanya terlibat dalam ekspedisi Verspreet menaklukkan pesisir barat Sumatra. Ketiganya mengakhiri misi di Makassar dengan sukses setelah memaksa Hasanuddin menandatangani perjanjian Bongaya pada 28 November 1667.
Selain berlatar belakang uang dan kekuasaan, ketiga orang ini berangkat dari latar belakang psikologis yang sama, yaitu perasaan teralienasi. Speelman adalah seorang petinggi VOC yang jauh dari pergaulan elite VOC. Dia tersisih dari pergaulan karena terbukti terlibat dalam sebuah perdagangan gelap ketika dia masih menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC di Coromandel tahun 1665. Arung Palakka adalah putra mahkota Bugis dari Kerajaan Bone yang harus hidup terjajah dan berada dalam tawanan kerajaan Makassar. Dia memberontak dan pada 1660 bersama pengikutnya melarikan diri ke Batavia. VOC menyambutnya dengan baik, bahkan memberinya daerah di pinggiran kali Angke. Sedangkan Kapitan Jonker adalah seorang panglima yang berasal dari pulau Manipa, Ambon. Dia memiliki begitu banyak pengikut setia, tetapi tidak pernah menguasai satu daerah dimana orang mengakuinya sebagai daulat.
Akhirnya ia bergabung dengan VOC di Batavia. Rumah dan tanah yang luas di daeran Marunda dekat Cilincing diberikan oleh VOC kepadanya.
Monsterverbond mendapat bayaran yang sangat mahal atas prestasi yang dicapainya untuk VOC. Speelman dbayar mahal untuk penaklukkan Hasanuddin. Arung Palakka dibayar mahal untuk keberhasilannya menghapus pengaruh Aceh di Pesisir Barat Sumatra. Dan Kapitan Jonker dibayar mahal karena berhasil menangkap Trunojoyo dan kemudian menyerahkannya pada pegawai VOC keturunan Skotlandia, Jacob Couper. Mereka bertiga telah menaklukkan Nusantara di Barat, Tengah, dan Timur. Mereka memiliki andil besar untuk mengantarkan VOC mencapai puncak kejayaannya pada masa Gubernur Jenderal Joan Matsueyker. Bayaran mahal itu bukan dalam bentuk barang, tetapi hak monopoli emas.
Tujuan awal bangsa Belanda ke Nusantara adalah karena rempah-rempah. Emas sama sekali tidak masuk kedalam hitungan dan rencana. Itu sebabnya Matsueyker memberikan begitu saja monopoli emas pada tiga orang itu sekaligus memberi modal awal yang sangat besar bagi mereka untuk mulai berdagang emas. Biaya untuk modal monopoli mereka itulah pada awalnya yang mengeruk kekayaan VOC secara ilegal. Matsueyker sangat berkomitmen tinggi kepada mereka bertiga. Baik Speelman, Arung Palakka, maupun Kapitan Jonker masing-masing memiliki pengikut yang banyak dan sangat setia. Tulang punggung kekuatan bersenjata VOC pada masa itu ada pada mereka sehingga Matsueyker hanya bisa mengandalkan mereka. Setelah mereka menguasai monopoli emas, kekuatan Monsterverbond semakin menjadi-jadi. Itu pula yang membuat Speelman menduduki kursi Gubernur Jenderal VOC tahun 1681.
Perjanjian Painan
Perjanjian itu dirundingkan perwakilan VOC di Padang, Jacob Groenewegen. Resminya perjanjian ini ditandatangani di Batavia pada 6 Juli 1663. Isi perjanjian itu ialah monopoli perdagangan VOC sepanjang pesisir pantai Painan hingga Airhaji, pemutusan hubungan politik dan dagang dengan Minangkabau dan Aceh, dan kesediaan menjadi sekutu VOC dalam menghadapi Aceh.
Tahun 1666 Groenewegen digantikan oleh Jacob Gruys. Namun tidak ada keadaan yang berubah karena Gruys tidak memiliki kemampuan diplomasi juga. Pada saat penyerangan ke negeri Pauh, Gruys dan pasukannya dikalahkan rakyat Pauh. Ia dan wakilnya tewas dalam perang itu. Ketika berita ini sampai ke Batavia, VOC sedang menyiapkan pasukan untuk ekspedisi ke Makassar. Tetapi, mengingat pentingnya perjanjian Painan, maka sebuah ekspedisi dikirim pada awal Agustus 1666 dipimpin oleh Abraham Verspreet. Jacob Spits ditunjuk sebagai pengganti Gruys di Padang. Dalam pasukan Verspreet itu juga tergabung kesatuan Ambon yang dipimpin kapitan Jonker dan kesatuan Bugis yang dipimpin Arung Palakka.
Ekspedisi ini berhasil hingga ke kota Padang. Pada akhir september 1666, kekuasaan diperluas hingga Ulakan. Arung Palakka diberi kedudukan sebagai raja Ulakan dan Kapitan Jonker sebagai Raja Ambon. Melalui ekspedisi ini VOC mengukuhkan kekuasaannya dipesisir Minangkabau. Kemudian Arung Palakka dan Kapitan Jonker melanjutkan ekspedisi mereka ke Makassar membantu Speelman.
Empat tahun setelah penaklukan Verspreet, Jacob Spits mengambil alih empat tambang emas di Salido. Pada tahun 1670 VOC mendatangkan seorang meester begwester bernama Friedrick Fisher ke Salido. Dia mulai membangun pertambangan besar. Tetapi setelah empat tahun, laporan dari Gubernur Jenderal VOC di Batavia kepada Hareen Zeventeen di Amsterdam menunjukkan bahwa upaya penambangan itu tidak banyak menghasilkan emas. Namun Hareen Zeventeen tetap optimis dengan potensi emas Salido. Didatangkan kembali ahli-ahli tambang dan jumlah tenaga kasar dari berbagai daerah, namun tetap dalam laporan yang dikeluarkan thaun 1682, Gubernur Jenderal menyebut kerugian dari kegiatan penambangan emas itu sudah berlipat ganda. Ongkos yang dikeluarkan untuk eksplorasi lima kali lipat dari hasil yang didapatkan. Namun Hareen Zeventeen tetap optimis tentang potensi emas Salido seperti dikatakan oleh Jacob Spits.
Hareen Zeventeen sudah bertindak benar mempercayai Jacob Spits. Matsueykerlah yang memanipulasi informasi. Sejak pertama kali ditambang tahun 1670, produksi emas Salido luar biasa banyak. Semua emas itu di serahkan kepada Monsterverbond. Hanya sebagian kecil dikuasai VOC. Itu sebabnya, untuk menyembunyikan konsesi rahasia inim Gubernur Jenderal memberikan laporan kerugian dari usaha penambangan ini tahun 1682 saat Speelman menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC menggantikan Rijcklof van Goens.
Pieter Erberveld
Dia lahir di Erberfeld, kemudian merantau ke Amsterdam. Pada akhir tahun 1650, dia bergabung dengan VOC sebagai prajurit kavaleri. Kariernya menanjak dengan pesat di VOC. Dari seorang prajurit asing, dia dianugerahi pangkat Kapten Kavaleri di Coromandel. Pada saat itu Speelman menjadi Gubernur di Coromandel. Erberveld menjadi satu-satunya orang kepercayaan Speelman. Ketika terpuruk akibat skandal perdagangan gelap, Erberveld selalu di sisinya. Bahkan ketika Speelman ditarik ke Batavia dan melakukan berbagai pertempuran, Erberveld selalu mendampinginya. Erberveld ikut menikmati kekayaan Monsterverbond, oleh sebab itu ia memiliki harta yang melimpah dan rumah mewah di Jacatraweg serta tanah yang luas. Kalau hanya mengandalkan pangkat Kapten Kavaleri itu semua hanyalah mimpi.
Pada masa VOC, tentara yang meniti kariernya dari bawah adalah golongan paling rendah di antara kulit putih. Mereka hanya bergaji seratus gulden, tidak lebih dari itu apapun pangkatnya. Lain halnya bila mereka memiliki latar belakang pedagang sebelum jadi tentara. Speelman dan JP Coen adalah contohnya. Erberveld adalah tentara tulen dari awalnya. Erberveld adalah satu satunya orang kulit putih yang bisa dipercaya Speelman di dalam Monsterverbond.
Terbunuhnya Pieter Erberveld adalah karena iri dan cemburu. Isaac de l’Ornay de Saint Martin, perwira tinggi VOC dari Perancis. Hubungan Isaac dengan Monsterverbond ialah karena Speelman. Isaac dan Speelman sepantaran dengan bintang yang sama menanjaknya. Tetapi, Speelman mendapatkan promosi lebih cepat. Dia dipindah ke Coromandel dan diangkat menjadi Gubernur. Sementara Isaac masih terjebak di lapangan sebagai komandan perang. Tahun 1665 Isaac berhasil meyakinkan Hareen Zeventeen dan Gubernur Jenderal di Batavia untuk mengungkap kasus perdagangan gelap yang dilakukan Speelman di Coromandel. Speelman jatuh kembali ke lapangan sebagai komandan perang.
Namun keadaan tetap tidak berubah, ketika mereka sama-sama ditarik ke Batavia, Speelman masih memiliki pengaruh yang kuat. Misi-misi besar dijalankannya dengan sempurna sehingga mendapat perhatian Joan Matsueyker. Meskipun misi-misi Isaac sama suksesnya tetapi hanya dipandang sebelah mata. Puncaknya adalah ketika Speelman diangkat menjadi Gubernur Jenderal tahun 1681 menggantikan Rijkclof van Goens. Sementara Isaac terpaku sebagai komandan perang dengan pangkat mayor. Satu satunya penghargaan yang ia dapat ialah sebidang tanah luas di pedalaman Batavia yang kelak diberi nama Kemayoran.
Isaac mengetahui segala sesuatu tentang Monsterverbond dan Emas Salido. Setelah Speelman wafat pada tahun 1684 ia mulai beraksi. Pada tahun 1685 ia berhasil memaksa Gubernur Jenderal Champuys untuk mengungkapkan dosa-dosa Speelman selama berkuasa. Pengeluaran kas untuk pekerjaan yang tidak pernah dilakukan, penjualan tekstil menurun 90%, dan monopoli candu yang gagal total. Pada tahun itu juga semua peninggalan Speelman disita oleh pemerintah. Namun rahasia emas Salido tertutup dengan rapi dengan pengeluaran pekerjaan yang tidak pernah dilakukan.
Isaac berhasil meyakinkan Champuys untuk mengikis habis pengaruh Monsterverbond. Lima tahun setelah kematian Speelman, pembersihan mulai dilakukan. Bidikan pertamanya ialah Kapitan Jonker dan pengikutnya. Caranya dengan menuduh memberontak VOC di Batavia. Kapitan Jonker tewas terbunuh dan kepalanya dipancung dalam penyerbuan di daerah kekuasaannya yaitu Pejonkeran Marunda. Pengikutnya dibunuh dan anggota keluarganya diasingkan ke Colombo. Dalam tempo lima tahun, pengikut Monsterverbond dari kalangan pribumi habis. Arung Palakka sejak diangkat menjadi Raja Bone, pengaruhnya berangsur hilang. Walaupun berkuasa sebagai raja, sebenarnya Arung Palakka tetap berada dibawah kontrol pemerintah VOC di Fort Rotterdam. Jadi Isaac tidak perlu mengkhawatirkan Arung Palakka.
Nasib pengikut kulit putih Speelman didekati oleh Camphuys dan melepaskan diri dari Monsterverbond. Mereka selamat karena situasi. Pada tahun 1689, Batavia dilanda gonjang-ganjing. Untung Surapati dan pengikutnya berusaha mengepung Batavia. Serangan dari kaum pribumi itu untuk sementara menyatukan semua kulit putih yang berdiam di Batavia. Pieter Erberveld selamat dari pembersihan yang dilakukan Camphuys. Dia meninggal karena tua dan tidak banyak yang tahu bahwa dulu dia adalah tangan kanan Speelman.
Francois Valentijn, nama yang berhasil mengungkap masa silam Pieter Erberveld ketika anaknya Pieter Erberveld Junior mewarisi kekayaan yang besar di Batavia. Francois awalnya dididik untuk menjadi pendeta. Tetapi tergoda untuk berpetualang bersama armada dagang VOC di Timur Jauh. Petualangannya ia tuliskan lewat sebuah risalah berjudul Oud en Nieuw Oost-Indian. Valentijn memilik pengetahuan yang luas tentang daerah pesisir Minangkabau pada masa itu termasuk Salido.
Menjelang tahun 1721, saat sudah berada di Belanda. Ia menulis rencana pengkhianatan Pieter Erberveld di Batavia. Ia mengaku cerita itu didapatkan dari hasil korespondensi dengan kawan-kawannya di Batavia. Reputasi Valentijn sebagai penulis tidak diragukan oleh Hareen Zeventeen. Sebab ia berhasil menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan perbedaan laporan kandungan emas Salido antara Matsueyker dan Jacob Spits. Di Salido ia berhasil mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap monopoli emas itu. Pieter Erberveld. Laporan itu baru disampaikan sekarang bukan pada masa Erberveld Senior masih hidup adalah karena Untung Surapati. Kulit putih perlu bersatu menghadapi pengikut Surapati dan beberapa gerakan pembangkangan di Jawa.
Haren Zeventeen memilih Zwaardecroon untuk menjadi eksekutor keturunan Erberveld. Tahun 1718 ia menjadi Gubernur Jenderal VOC. Ia menghabisi sisa-sisa pengikut Surapati. Ia sangat setia kepada Hareen Zeventeen. Pada masa awal kekuasaannya VOC masih mempertahankan kejayaannya walaupun penampakkan luarnya saja. Sebab sebenarnya saat itu VOC mulai kesulitan membayar dividen yang terlanjur dipatok tinggi. Dana yang dikeluarkan untuk kapal, senjata, dan pegawai meningkat berkali lipat akibat perang perluasan teritorial yang dilakukan gubernur jenderal sebelumnya. Zwaardecroon berhasil memperbaiki keadaan dengan memperkenalkan tanaman baru di Jawa yaitu nila dan kapas, dan meningkatnya penerimaan pemerintah dari tanaman kopi. Zwardecroon berhasil memperbaiki ekonomi VOC. Momennya bertepatan dengan terbitnya lapora Valentijn di Amsterdam. Lantas ia dipercaya memburu kekayaan yang hilang itu, emas Salido.
Kapten Clusse ketika tiba di Batavia langsung menghadap Zwardecroon dan merancang cara supaya Erberveld buka mulut. Sasarannya ialah putri Erberveld, Meede. Lewat Meede, Clusse berhasil mengungkap lingkaran orang yang dekat dengan Erberveld. Perkara tanah dan isu komplotan rahasia dijadikan alasan untuk memberanguskan kelompok Erberveld. Celakanya, Erberveld seperti ayahnya, sangat dekat dengan pribumi. Sisa kekuatan Surapati dituduh berkomplot dengan Erberveld.
Erberveld kemudian diadili di Stadhuisplein, ia dihukum mati dengan cara yang sangat kejam. Kaki dan tangannya masing-masing diikatkan pada seekor kuda dan ditarik oleh kuda itu kearah yang berbeda hingga tubuhnya terbagi menjadi empat dan kulitnya pecah-pecah sehingga tempat eksekusi itu sekarang dikenal sebagai kampung pecah kulit. Namun sejak pengadilan, Meede putri Erberveld tidak ditemukan dimanapun juga. Sepertinya rahasia dari emas VOC dibawa oleh Meede sehingga bernama Het Geheim van Meede atau Rahasia Meede.

